Friday, July 15, 2011

10:11 p.m. sampai di sini

Itu adalah waktu.
Yang mempertemukan kita.
Dan sekarang yang perlahan akan memisahkan.
Ya, sesuai dengan awal..

Semua akan kembali seperti semula..
Aku dengan duniaku, temanku, kertas, dan harapanku..
Kau dengan duniamu, pergaulanmu, mimpi, dan masa depanmu..
Semua pasti segera kembali..

Hal yang seharusnya terucapkan biarlah tersimpan..
Yang seharusnya menjadi kenangan biarkan tetap jadi kenangan..
Semua tetap menjadi semula..
Duniaku duniaku duniamu duniamu..

Bahkan aku masih dengan harapan ini..
Kau juga dengan mimpi itu..
Kita berbeda dan tidak sama..
Aku ke kanan kau ke kiri..

Jika sekarang mengerti..
Kembali lagi sang waktu penentunya..
Semua yang kembali harus kembali..
Tapi biarlah hati dan perasaan ini tetap..

Karena membiarkan orang yang dihargai pergi.. adalah cara mencintai..
Untuk sesuatu yang tidak cocok, jangan dipertahankan..
Sesuatu yang ganjal, jangan diperlihatkan.
Biarlah waktu dan takdir yang berbicara..

Masaku bukan masamu.. Mimpimu segalanya untukku..
Harapanku tetap harapanku.. Harapanku adalah bebanmu..
Bebanmu adalah bebanku..
Bebanku, biar kupikul sendiri..

Matahari, bulan, dan bintang akan tetap di langit..
Ikan, karang, dan pasir tetap di pantai..
Kau tetap diwaktu dan masamu..
Juga diriku diambang waktuku..
Published with Blogger-droid v1.7.2

Monday, July 11, 2011

Pelangi di hati

Tetes - tetes air hujan membasahi pipiku..
Tidak bisa dibedakan dengan tetes air mata..
Mata memerah.. tangis mengharu.. rintihan mencekam..
Tubuh gemetarku terjatuh pasrah tak bisa menerima..


Kita mengayuh sepeda bersama setiap hari..
Tawamu adalah tawaku..
Tangismu juga tangisku..
Sakitmu juga menyakitkanku..


Tubuhmu lemas seketika..
Wajah pucat pasi dan kaki yang membiru..
Kulit yang kini menguning..
Semua perubahan tertangkap jelas di mataku..


Terbaring lemas dan tak berdaya..
Kata dari bibirmu seperti rintihan..
Sentuhan tanganmu seperti tak lagi bernyawa..
Senyum yang masih ada seperti harapan kecil bagiku..


Semua cinta dan kasih yang kita bagi bersama..
Seolah hilang lenyap hari ini..
Kau tak lagi dapat kusentuh..
Di mana letak rumahmu sekarang..


Kau sahabatku yang malang..
Bahkan air mata yang mengalir deras dari tubuhku
takkan membangunkanmu dari tidur panjangmu..
takkan membangkitkanmudari mimpi indahmu..


Tanah basah dan harum mawar menyengat..
Tanganku.. tubuhku.. semua hanyut dalam rumah barumu..
Kau tinggalkan semua untuk hal yang indah..
tapi mengapa semua menangis dan menangis..


Siang itu menjadi kelabu..
Pandanganku kabur dan hanya hitam yang tampak jelas..
Aku sadar, kau tak lagi ada..
Tapi, kau telah memberi kenangan terindah bagiku..


Kau akan menjadi matahari bagiku..
Awan di hari panas..
Hujan di kemarau.. Bulan di hari gelap..
Dan menjadi pelangi di hatiku..


untuk kawan terkasih, Theofani Grace Hankok. how's heaven? i envy you a lot <3 font="">

Saturday, July 9, 2011

Atap - atap kaca

Tatapan matamu sangat tajam..
Ada misteri besar di balik senyum tipismu..
Langkah gemulai yang begitu pasti..
Sekejap mendekat melewati batasku..

Rambutku bak tertiup badai..
Tubuhku terhempas angin surga..
Langkah mundurku begitu layu..
Suara desahan dari bibirku..

Mataku perlahan melihat kembali..
Keberadaanku.. Dirimu..
Melihat kau yang ternyata di sana..
Di angan nan jauh..

Tapi kau nampak begitu jelas..
Ada batas antara kita yang tidak terlihat..
Aku hanya memandangi semua gerakanmu..
Bukan lagi padaku tapi mencari yang lain..

Angan cinta semua hilang sekejap..
Diriku dirimu..
Hanya atap - atap kaca yang menjadi saksi bisu..
Putusnya anganku bersamamu..