Monday, July 11, 2011

Pelangi di hati

Tetes - tetes air hujan membasahi pipiku..
Tidak bisa dibedakan dengan tetes air mata..
Mata memerah.. tangis mengharu.. rintihan mencekam..
Tubuh gemetarku terjatuh pasrah tak bisa menerima..


Kita mengayuh sepeda bersama setiap hari..
Tawamu adalah tawaku..
Tangismu juga tangisku..
Sakitmu juga menyakitkanku..


Tubuhmu lemas seketika..
Wajah pucat pasi dan kaki yang membiru..
Kulit yang kini menguning..
Semua perubahan tertangkap jelas di mataku..


Terbaring lemas dan tak berdaya..
Kata dari bibirmu seperti rintihan..
Sentuhan tanganmu seperti tak lagi bernyawa..
Senyum yang masih ada seperti harapan kecil bagiku..


Semua cinta dan kasih yang kita bagi bersama..
Seolah hilang lenyap hari ini..
Kau tak lagi dapat kusentuh..
Di mana letak rumahmu sekarang..


Kau sahabatku yang malang..
Bahkan air mata yang mengalir deras dari tubuhku
takkan membangunkanmu dari tidur panjangmu..
takkan membangkitkanmudari mimpi indahmu..


Tanah basah dan harum mawar menyengat..
Tanganku.. tubuhku.. semua hanyut dalam rumah barumu..
Kau tinggalkan semua untuk hal yang indah..
tapi mengapa semua menangis dan menangis..


Siang itu menjadi kelabu..
Pandanganku kabur dan hanya hitam yang tampak jelas..
Aku sadar, kau tak lagi ada..
Tapi, kau telah memberi kenangan terindah bagiku..


Kau akan menjadi matahari bagiku..
Awan di hari panas..
Hujan di kemarau.. Bulan di hari gelap..
Dan menjadi pelangi di hatiku..


untuk kawan terkasih, Theofani Grace Hankok. how's heaven? i envy you a lot <3 font="">

No comments:

Post a Comment