Friday, October 16, 2015

stars

Once


you told me about the stars,

how they light up the dark night

you said that we are the stars

in each other life

how we could have been beautiful

if only the world was dark

dark enough to let us shine

how we could have been terrific

if only you and i won't break

how we could have been stars

if only you stayed the same

Thursday, October 15, 2015

We were

We were

Just friends

That spoke like lovers

And that seemed to be enough for

Two teenagers who were scared to love one another.

Wednesday, July 22, 2015

Laut


Biru, luas, tak berujung, dalam, tenggelam, gelap, dingin, jauh.
Melihat dan mengenalnya, berbincang berlari menuju bulan. Tiap hal menjadi mendebarkan dengannya. Tidak ada alasan untuk membencinya atau bahkan menghindarinya.

Tenang, kataku, ombaknya.
Indah, dimataku, dirinya.
Sejuk, dihatiku, hadirnya.

Tidak salah menjadi polos, tapi benar-benar polos adalah sebuah kenaifan. Kesalahan terbesar yang pernah ku izinkan terjadi.

Tak selamanya itu tenang, indah, dan menyejukkan.
Angin datang, badai menghempas.
Amukan airnya hebat membuat kakiku berlari terpogoh-pogoh menjauhi bibir pantai.
Deru air dan angin membasahiku dan menamparku dengan kasar.
Kericuhannya sama sekali tidak sejuk, tidak menyejukkan.
Mungkin bila ku tak dapat berlari sekuat itu, tenggelam sudah aku terjerat keadaan.

Lalu mereka masih bertanya, “Kamu masih suka dengannya?” dan aku terdiam sejenak. Aku tahu persis jawabannya.
“Besok, besok pasti lebih baik.” hatiku tidak akan pernah bisa menolaknya.